• Beranda
  • Profil
    Selayang Pandang Struktur Organisasi Kepala Perangkat Daerah/Unit Kerja Tupoksi
  • Pelayanan Publik
    Maklumat Pelayanan Motto Pelayanan Standar Pelayanan
  • Media Center
    Berita Perangkat Daerah/Unit Kerja Berita Pusat Pengumuman Foto Video
  • Program dan Kegiatan
  • Regulasi
  • Inovasi
  • FAQ
  • SKM
football
Inovasi GEMA MENTIK

Inovasi GEMA MENTIK

  • Admin

INOVASI “GEMA MENTIK”

(GERAKAN MASYARAKAT MEMBERANTAS JENTIK)

UPTD PUSKESMAS KECAMATAN HILIDUHO

KABUPATEN NIAS

 

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

          Kesehatan adalah kebutuhan manusia yang sangat mendasar. Kesehatan juga menjadi salah satu unsur penting dari tercapainya kesejahteraan umum sebagaimana termaktub dalam UUD 1945. Menurut Teori Blum, yang dikembangkan oleh Hendrik L. Blum, menjelaskan bahwa derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi oleh 4 faktor yaitu faktor genetik, perilaku, pelayanan kesehatan dan lingkungan.

Lingkungan yang tidak bersih dengan banyak tempat penampungan air alami maupun buatan (seperti kaleng bekas, ban bekas, atau wadah lain yang dibiarkan tergenang) merupakan lingkungan ideal bagi nyamuk Aedes aegypti untuk berkembang biak. Hal ini dapat meningkatkan populasi nyamuk Aedes aegypti sehingga turut meningkatkan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di masyarakat karena nyamuk Aedes aegypti adalah vektor penyakit DBD. Penyakit DBD termasuk ke dalam penyakit berbasis lingkungan. Hal ini dikarenakan penyebaran penyakit ini sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar. Pada tahun 2024 tepatnya di wilayah kerja UPTD Puskesmas Hiliduho terdapat 1 kasus kematian akibat penyakit DBD.

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1.1 Tren Kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Hiliduho Tahun 2020-2026

Dari grafik di atas dapat kita lihat tren kasus DBD dari tahun ke tahun. Kasus tertinggi dalam 6 tahun terakhir ini yaitu tahun 2024 sebanyak 52 kasus. Jumlah ini menempatkan Hiliduho di urutan ke 2 terbanyak kasus DBD se-kabupaten Nias.

           Pada tahun 2023 jumlah kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Hiliduho menempati urutan keempat tertinggi dari 12 Puskesmas di Kabupaten Nias yaitu sebanyak 15 kasus. Angka ini mengalami peningkatan yang signifikan di tahun 2024 yaitu sebanyak 54 kasus.

Berdasarkan profil UPTD Puskesmas Hiliduho tahun 2023, ditemukan bahwa angka persentase jentik nyamuk mencapai 23,72%, Jumlah rumah yang diperiksa sebanyak 59 rumah, dan jumlah jentik nyamuk Aedes aegypti yang ditemukan sebanyak 14 Rumah. Hal ini disebabkan karena mayoritas masyarakat Kecamatan Hiliduho menggunakan Penampungan Air Hujan (PAH) sebagai sumber air bersih. PAH yang tidak ditutup dan jarang dibersihkan menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

          Oleh karena itu dibutuhkan suatu terobosan yang mampu menangani permasalahan lingkungan di atas secara komprehensif. Perlu adanya pergerakan masyarakat untuk melakukan Pemberantasan Sarang nyamuk (PSN).       Selain melaksankan 3M (Menutup, Mengubur dan Menguras) tempat penampungan air, Puskesmas Hiliduho menginisiasi sebuah inovasi kebijakan yang dimanifestasikan dalam program bertajuk “Gema Mentik” atau “Gerakan Masyarakat Memberantas Jentik”. Program ini bertujuan untuk  mengurangi populasi nyamuk Aedes Aegypti sebagai vektor penyakit DBD sehingga dapat menurunkan kasus penyakit DBD di kecamatan Hiliduho.

 B.  MANFAAT DAN TUJUAN

          Manfaat dan Tujuan Program Gema Mentik (Gerakan Masyarakat Memberantas Jentik), bagi masyarakat, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Hiliduho Kecamatan Hiliduho adalah sebagai berikut: 

  1. Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dari penyakit berbasis lingkungan khususnya yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti.
  2. Untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat untuk ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
  3. Membangun kerjasama antara masyarakat untuk peduli kesehatan lingkungan
  4. Mengendalikan populasi nyamuk
  5. Menjalin kerjasama lintas program dan lintas sektoral dalam merencanakan pembangunan di bidang kesehatan khususnya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN).

 C.     PERMASALAHAN DAN SOLUSI YANG DITAWARKAN

Puskesmas Hiliduho dalam rangka menurunkan jumlah kasus DBD melakukan identifikasi masalah yang melatarbelakangi terjadinya penyakit DBD ini. Permasalah yang ditemukan yaitu:

  1. Rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sekitar,
  2. Rendahnya pengetahuan masyarakat untuk mengendalikan populasi nyamuk
  3. Mayoritas masyarakat menggunakan Penampungan Air Hujan (PAH) yang tidak berpenutup akan berisiko menjadi tempat perindukan nyamuk Aedes aegypti terlebih jika PAH ini jarang dibersihkan.

Berdasarkan permasalahan di atas, maka perlu adanya suatu terobosan untuk mengatasi masalah ini melalui inovasi “GEMA MENTIK” (Gerakan Masyarakat Memberantas Jentik).

D. SASARAN

          Sasaran dalam Program Gema Mentik di Kecamatan Hiliduho adalah masyarakat di wilayah kerja UPTD Puskesmas Hiliduho.

E. TEMA

          Dalam kegiatan ini Tema yang diangkat adalah “GEMA MENTIK” dengan menggunakan alat yang disebut Ovitrap. Alat ini dibuat dari barang bekas yang digunakan sebagai perangkap nyamuk sederhana.

F. SARANA DAN PRASARANA

  1. SK Kader Jumantik
  2. SK Inovasi
  3. SOP
  4. Media Edukasi
  5. Buku-buku Referensi
  6. Bahan Material pembuatan ovitrap
  7. Catatan monitoring

 

 

 

BAB II

PELAKSANAAN DAN IMPLEMENTASI

 

  1. BENTUK, RANCANG BANGUN INOVASI DAN POKOK PERUBAHAN YANG DILAKUKAN

Kerangka konsep inovasi dalam proposal ini adalah menurunkan populasi  nyamuk Aedes aegypty dengan Metode Gema Mentik (Gerakan Masyarakat Memberantas Jentik) sehingga berdampak pada penurunan kasus Demam Berdarah Dengue (Dengue) seperti yang diuraikan pada skema berikut :

 

Penurunan populasi Nyamuk Aedes Aegypti dengan Metode Gema Mentik

 

  • Penurunan kasus DBD
  • Peningkatan peran serta masyarakat

ag

 

 

 

 

 

Gema Mentik merupakan suatu gerakan untuk memberdayakan masyarakat agar dapat mengambil peran memberantas jentik nyamuk Aedes Aegypti. Kegiatannya ini dilakukan dengan membuat perangkap nyamuk sederhana yang disebut “Ovitrap”. Prinsip penggunaan alat ini untuk memutuskan siklus hidup nyamuk dari telur nyamuk sehingga tidak menjadi nyamuk dewasa yang dapat menularkan penyakit.

Description: D:\SALFIN\PKM 2026\dok web\inovasi\1212.png

 

Gambar 2.1 Siklus Hidup Nyamuk Aedes aegypti

Dari gambar di atas, dapat dilihat dari fase telur akan berkembang menjadi jentik hingga menjadi nyamuk dewasa jika berada di lingkungan yang idel bagi pertumbuhannya. Lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan nyamuk Aedes aegypti adalah lingkungan dengan air bersih yang tergenang, kelembaban tinggi, suhu hangat dan tempat yang gelap. Nyamuk ini lebih suka berkembang biak di tempat-tempat seperti bak mandi, pot bunga, vas bunga, dan wadah lain yang menampung air hujan. Selain itu, mereka juga dapat ditemukan di tempat-tempat yang lebih tak terduga seperti dispenser, lemari es, dan bahkan sangkar burung yang memiliki wadah air. 

Pengetahuan tentang perilaku dan habitat nyamuk dapat memungkinan kita membuat alat yang dinamakan ‘Ovitrap’ untuk dapat mengendalikan populasi nyamuk ini. Ovitrap dibuat dari barang bekas seperti botol air mineral yang dicat warna hitam. Ovitrap dibuat agar nyamuk meletakkan telurnya di tisu yang membungkus stik es krim di dalam botol air mineral. Dalam beberapa hari perlu dilakukan monitoring alat tersebut. Telur nyamuk akan menempel di tisu yang direndam di dalam air. Tisu berserta airnya dikubur di dalam tanah sehingga menghambat pertumbuhan telur nyamuk tidak berlanjut berkembang menjadi larva/jentik nyamuk.

           Kegiatan ini perlu monitoring secara terus menerus. Untuk itu diperlukan peran serta masyarakat dalam monitoring secara berkala oleh para kader. Dalam hal ini diperlukan kader jumantik (Juru Pemantau Jentik) untuk memastikan tisu yang sudah terdapat telur nyamuk segera dikubur agar tidak menjadi nyamuk dewasa.

  1. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN

Implementasi inovasi GEMA MENTIK ini diharapkan dapat dilaksanakan di semua desa khususnya wilayah kerja UPTD Puskesmas Hiliduho. Untuk uji coba awal inovasi ini dilaksanakan di desa Mazingo Tanose’o. Prosesnya sudah dimulai sejak tahun 2024 sampai 2025 dan telah melalui beberapa tahapan dan proses kegiatannya, yang dapat diuraikan sebagai berikut:

 

 

 

Tabel 2.1 Tahapan Kegiatan Inovasi Gema Mentik di Desa Onozitoli Dulu

NO

KEGIATAN

WAKTU PELAKSANAAN

TEMPAT

SASARAN

PETUGAS

   1

Identifikasi masalah

Minggu ke 2

Bulan September 2024

 

Balai Desa Onozitoli Dulu

1.  Pemerintah Desa dan Kecamatan

2.  Masyarakat Desa Onozitoli Dulu

Ka. Puskesmas Hiliduho, Petugas Surveilans, Kesling dan Bidan Desa

2

Sosialisasi Program Gema Mentik dan Penggalangan Komitmen

Minggu ke 3

Bulan September 2024

 

Balai Desa Onozitoli Dulu

1.  Pemerintah Desa dan Tokoh Masyarakat

2.  PKK dan Kader Jumantik

Ka. Puskesmas Hiliduho, Petugas surveilans, Kesling dan Bidan Desa

3

Pembuatan alat ovitrap

Minggu ke 4

Bulan September 2024

 

Rumah Warga

Warga Desa Onozitoli Dulu

Ka. Puskesmas Hiliduho, Petugas surveilans, Kesling dan Bidan Desa

4

Pembagian alat di setiap rumah warga

Minggu ke 1

Bulan Oktober 2024

 

Rumah Warga

Warga Desa Onozitoli Dulu

 

Ka. Puskesmas Hiliduho, Petugas Surveilans, Kesling dan Bidan Desa

5

Monitoring kegiatan

 Minggu ke 1

Bulan Oktober 2024

 

Rumah Warga

Warga Desa Onozitoli Dulu

 

Kader Jumantik

Petugas surveilans, kesling dan bidan desa

 

 6

Evaluasi kegiatan

 Minggu ke 2

Bulan Oktober 2024

 

Balai Desa Warga Desa Onozitoli Dulu

 

1.  Pemerintah Desa dan Kecamatan

2.  Masyarakat Warga Desa Onozitoli Dulu

 

Ka. Puskesmas Hiliduho, Petugas Kesling dan Bidan Desa

 Pada tahun 2026 ini ada 2 (dua) desa yang menjadi lokus implementasi yaitu Desa Mazingo Tanose’o dan Desa Sisobahili I Tanose’o.        

Tabel. 2.2 Tahapan Kegiatan Inovasi Gema Mentik di Desa Mazingo Tanose’o

NO

KEGIATAN

WAKTU PELAKSANAAN

TEMPAT

SASARAN

PETUGAS

   1

Identifikasi masalah

Minggu ke 4

Bulan April 2026

 

Rumah Kepala Desa

1.  Pemerintah Desa

2.  Masyarakat Desa Mazingo Tanose’o

Ka. Puskesmas Hiliduho, Surveilans, Petugas Kesling dan Bidan Desa

2

Sosialisasi Program Gema Mentik dan Penggalangan Komitmen

Minggu ke 3

Bulan Mei 2026

 

Sanggar Budaya Desa Mazingo Tanose’o

1.  Pemerintah Desa

2.  Kader Kesehatan

Ka. Puskesmas Hiliduho, Surveilans, Petugas Kesling dan Bidan Desa

3

Pembuatan alat ovitrap

Minggu ke 4

Bulan Mei 2026

 

Sanggar Budaya Desa Mazingo Tanose’o

Kader Kesehatan

 

Ka. Puskesmas Hiliduho, Surveilans, Petugas Kesling dan Bidan Desa

Tahapan selanjutnya direncanakan pada minggu pertama Juni 2026. Kegiatan ini berupa kunjungan rumah untuk pembagian alat dan edukasi warga tentang manfaat dan cara penggunaan alat ovitrap.

Untuk Desa Sisobahili I Tanose’o baru dimulai dengan identifikasi masalah bersama Bidan desa, kader kesehatan dan Kepala Desa pada Minggu ke 3 Mei 2026. Kegiatan sosialisasi akan dilaksanakan pada minggu ke 2 Juni 2026.

  1. KEGIATAN
        1. Identifikasi dan Pemecahan Masalah
        2. Sosialisasi Program Gema Mentik dan Penggalangan Komitmen
        3. Pembuatan alat ovitrap
        4. Pembagian alat di setiap rumah warga
        5. Monitoring kegiatan
        6. Evaluasi kegiatan

 

  1. ANGGARAN

Pelaksanaan inovasi ini tidak membutuhkan biaya yang besar karena bahan-bahan yang digunakan adalah barang bekas yang mudah didapatkan sehingga mudah diimplementasikan di masyarakat. Namun pada pelaksanaannya di tahun 2026 ini, dilaksanakan sejalan dengan kegiatan  Pemberdayaan Kader dalam rangka pemberantasan penyakit menular dan tidak menular. 

BAB III

DAMPAK PELAKSANAAN INOVASI

  1. PERKEMBANGAN PELAKSANAAN INOVASI

Perkembangan pelaksanaan inovasi GEMA MENTIK mendapat respon positif dari kalangan masyarakat, Hal ini ditandai dengan kehadiran para kader dan masyarakat yang antusias mengikuti kegiatan praktik pembuatan ovitrap yang diarahkan oleh petugas puskesmas. Dari beberapa kali kegiatan yang telah dilaksanakan di desa, antusiasme para kader dan masyarakat sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan ini sampai dengan akhir. Hal ini menarik perhatian karena selama ini mereka tidak mendapat pengetahuan dan pengalaman bagaimana cara memberantas sarang nyamuk.

Inovasi GEMA MENTIK dapat dilakukan oleh setiap masyarakat karena langkah-langkah pembuatan serta pengaplikasiannya yang mudah dipahami, tidak membutuhkan waktu yang lama  serta  mudah untuk mendapatkan alat dan bahan untuk pembuatan ovitrap/ perangkap nyamuk sederhana. Manfaat dari adanya inovasi GEMA MENTIK dengan memanfaatkan barang bekas menjadi alat perangkap nyamuk sederhana yang bernama ovitrap yakni dapat mengontrol dan mengurangi populasi nyamuk Aedes aegypti.

Melalui inovasi GEMA MENTIK sebagai terobosan yang mampu menangani permasalahan lingkungan khususnya terkait penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) diharapkan dapat teratasi dan memberikan solusi kepada masyarakat dalam menangani permasalahan penyakit berbasis lingkungan tersebut.

  1. DAMPAK KEGIATAN

Dampak yang diharapkan  dari pelaksanaan inovasi GEMA MENTIK ini adalah menurunkan jumlah kasus DBD serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

  1. MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN

    Pelaksanaan inovasi “GEMA MENTIK” perlu dilakukan monitoring dan evaluasi untuk memantau perkembangan serta dampak dari adanya inovasi “GEMA MENTIK”, monitoring dan evaluasi dilakukan secara berkala dan berkesinambungan. Seluruh pelaksanaan kegiatan Program “GEMA MENTIK” dibuatkan pelaporan dan didokumentasikan oleh pemerintah desa dan masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB IV

PENUTUP

Permasalahan yang ada terkait penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh rendahnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan sekitar, rendahnya pengetahuan masyarakat untuk mengendalikan populasi nyamuk, dan mayoritas masyarakat menggunakan Penampungan Air Hujan (PAH) yang tidak tidak berpenutup. Hal ini mengakibatkan adanya angka kesakitan serta kasus kematian akibat Demam Berdarah Dengue (DBD).

Inovasi GEMA MENTIK ini merupakan implementasi dalam penanganan kasus DBD di wilayah Kabupaten Nias khususnya di Kecamatan Hiliduho sehingga inovasi ini dapat dijadikan pedoman pada seluruh masyarakat dalam melaksanakan kegiatan dan membantu dalam menurunkan angka kasus DBD di wilayah kerja UPTD Puskesmas Hiliduho dengan cara menekan populasi nyamuk.

Inovasi ini tentu masih memiliki ruang untuk perbaikan dan pengembangan sesuai kebutuhan dimasa yang akan datang, untuk itu, kritik dan saran demi penyempurnaan inovasi ini sangat kami harapkan, demi untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas kepada masyarakat.

 

 

Anda dapat menyiarkan ulang, menulis ulang dan/ atau menyalin konten ini dengan mencantumkan sumber pkmhiliduho.dkp2kb.niaskab.go.id.

Inovasi Lainnya

Puskesmas Hiliduho

Surel

Media Sosial


Dinas Komunikasi Dan Informatika Kabupaten Nias © 2022